Showing posts with label Classic. Show all posts
Showing posts with label Classic. Show all posts

Saturday, November 30, 2013

KBB # 37: Gingerbread House

Akhirnya kesampean juga bikin Gingerbread House. 
Ternyata gak serumit yang dikira loh. Yang rumit justru menghilangkan rasa malas untuk memulai..ha.ha..




Stepnya adalah:
1. Membuat pola rumah di kertas karton.
2. Membuat adonan kukis, mencetak, dan memanggangnya.
    Supaya ketebalan kukis merata, bisa gunakan 2 buah mistar kukis (tebal sekitar 1/4 inc) saat menggilas     
    adonan. Efeknya akan terlihat dari dinding & atap rumah akan sama tebalnya & flat.


    Cara pakainya: adonan (dough) digilas di antara 2 mistar ini
3. Membuat Royal Icing
4. Membangun konstruksi rumah dengan lem Royal Icing. Tunggu lem bagian dinding kokoh, baru 
    tambahkan atap. Beri penyangga botol/buku/dll hingga lem benar-benar kering.
5. Hias.

Nah ini resepnya

Gingerbread House
(Joy of Cooking - Irma S. Rombauer)
Hasil: 1 bh gingerbread house, lebar 5.5 inc, tinggi 7 inc, alas bujur sangkar 9 inc, dan 10-15 cookies

Resep Gingerbread house:
Dalam panci medium (2-quart), lelehkan:
1 cup (2 sticks) butter/margarine

Tambahkan ke dalamnya dan aduk perlahan dengan api kecil hingga gula larut:
1 cup     gula
1 cup     unsulphured molasses

Pindahkan dari api, sisihkan campuran ini hingga hangat kuku.

Sementara itu di bowl yang besar, campur:
4 ½ cup all-purpose flour
1 sdt      baking soda
1 sdt      garam
1 sdm    ground ginger
1 sdt      ground cinnamon
1 sdt      grated/ground nutmeg

Buat lubang di tengah dry ingredients ini, tuang campuran butter hangat, aduk hingga semua rata. Tambahkan:
½ cup    all-purpose flour
hingga adonan berbentuk bulat dan terkumpul di sisi bowl.

Keluarkan dari bowl, uleni 3-4 kali di meja hingga smooth & pliable. Bungkus, simpan di lemari pendingin hingga dingin. (Adonan bisa disiapkan beberapa hari sebelumnya)
Setelah dari lemari pendingin, jika adonan masih terlalu lembek saat digilas, maka tambahkan sedikit tepung.

Membuat pola/template:
Buat pola di kertas karton dan potong. Siapkan 2 bh sisi dinding samping, 1 bh bgn depan, 1 bh bgn belakang, 2 bh atap, dan  1 bh alas.
Tabur sedikit tepung dikedua sisi pola/template untuk mencegah adonan lengket pada pola.

Pola/Tempalte Gingerbread house:
2 bh dinding samping bentuk persegi panjang, @ 4 x 3 inc. Setelah adonan digilas, bentuk jendela kecil di tengahnya.
2 bh bgn depan & belakang rumah, bentuk gabungan persegipanjang + segitiga, @ 5 ¼ x 3 inc, tinggi dari dasar-kerucut segitiga 6 ¾ inc. Setelah adonan digilas, bentuk pintu dan jendela untuk bagian depan rumah saja. Belakang tidak perlu pintu & jendela.
2 bh atap bentuk persegi panjang, @ 5 x 6 inc
1 bh alas bentuk bujur sangkar 9 x 9 inc.

Memotong & memanggang gingerbreadhouse:
1. Panaskan oven 350oF (170-180oC)
2. Dengan rolling pin yang sudah diberi sedikit tepung, gilas 1/3 adonan langsung di ungreased cookie sheet. Gilas hingga ketebalan sekitar ¼  inc. Tabur sedikit tepung. Letakkan sebanyak mungkin pola/template di atasnya, sisakan jarak ¾ inc untuk cookie mengembang.
3. Potong pinggir pola dengan pisau tajam. Angkat, dan kelupas sisa potongan pola, kumpulkan untuk digilas kembali. Ulangi dengan cookie sheet ke-2 dan ke-3 dengan menggunakan sisa adonan tsb. Potong bagian jendela depan & samping dan pintu depan, tapi jangan diangkat potongan adonannya (jika diangkat sekarang, jendela dan pintu akan melengkung/bengkok).
4. Gilas sisa adonan untuk membuat gingerbread people, pagar, kotak post, binatang, dan bentuk lain dengan cookie cutter atau pisau.
5. Panggang 12-15 menit hingga agak gelap dan cookie hampir keras, cookie akan keras sempurna saat didinginkan. (Jika cookie tidak renyah setelah didinginkan, kembali panggang beberapa menit lagi).
6. Setelah dikeluarkan dari oven, kelupas pinggir cookie yang tidak terpakai denga pisau, sisihkan untuk decoration. Lepaskan bagian jendela dan pintu juga.
7. Di saat cookie mengeras tapi masih hangat, gunakan spatula lebar untuk memindahkannya ke cooling rack hingga dingin sempurna. Simpan hingga siap didekorasi.

Membangun rumah:
Siapkan 2-3 resep Royal Decorative Icing.
Rumah akan membutuhkan 2-6 cup icing, tergantung dekorasi. Pisahkan ½ bagian untuk memasang rumah, dan sisanya utk dekorasi dan dicampur pewarna.
Segera tutup icing supaya mereka tdk mengeras.
1. Letakkan alas di tray (gunakan sisi terluar cookie utk bgn rumah yg menghadap rumah). Posisikan bgn depan, belakang, dan dinding rumah di tengah alas gingerbread house. Dengan semua sisi saling bersentuhan, tandai dengan garis pola rumah tsb sebagai pondasi rumah. Ini untuk perkiraan posisi house di alasnya.
2.  Semprotkan icing di sepanjang garis pola pondasi rumah. Satu persatu, letakkan dinding dan semprotkan icing sepanjang sisinya. Ulangi hingga semua bagian rumah bisa berdiri. Sementara mengering, tahan dinding dengan kaleng/botol selai hingga mengering 1 jam s/d semalaman tergantung kelembaban.
Jangan tambahkan atap hingga icing benar-benar kering, hingga struktur rumah kokoh. Jangan khawatir icing ada yang muncul ke permukaan, nanti akan ditutup dengan dekorasi.

Memasang atap:
1. Semprotkan icing sepanjang sisi, tekan, tambahkan tambahan icing jika perlu untuk kestabilan. Tahan dengan botol bila perlu supaya tidak merosot. Jangan dihias hingga benar-benar kokoh, nanti bisa rubuh saat dihias.

Resep Royal Decorative Icing
Ayak:
1/8 sdt   cream of tartar
3 ½  cup confectioner's sugar

Kocok hingga stiff, but not dry:
2 large egg whites, room temperature

Bertahap, tambahkan gula ayak dan:
2 sdm    lemon juice
hingga mencapai good consistency. Tutup dengan lap lembab hingga akan digunakan.

Jika menginginkan icing yang lebih kental, tambahkan sedikit gula.

Jika menginginkan icing lebih encer, tambahkan lemon juice/putih telur/air.



Bahan yang agak kurang familiar adalah molases (by-product refinery gula tebu). Rasanya sih mirip-mirip gula merah, cuma tidak segurih gula merah.

Rasa kukis ini menurutku kurang mantap, cuma kukisnya memang kokoh dan berwarna gelap. Sepertinya karena efek pemakaian molases juga. Kalo tidak ketemu molases, silahkan cari substitusinya. Ada referensi menyebutkan madu, dark corn syrup, dll. Bahkan ada resep yang menggunakan brown sugar..

Jadi jika ingin berkreasi dengan rasa yang lebih mantap, silahkan eksperimen ya...

Oh iya...pengalaman saya jadi host bulan ini menyenangkan. Partnerku Renny, top banget...It was great working together with her...muachhhh







Monday, July 15, 2013

KBB # 35: Basic White

Tantangan kali ini cantik namanya: Pavlova...mengingatkan kita dengan nama Anna Pavlova kan ??
Yup... dessert ini memang diciptakan khusus untuk penari balet Rusia, Anna Pavlova yg melakukan tour ke Australia & New Zealand tahun 1920-an (Wikipedia). Hingga akhirnya meringue dessert ini popuer di kedua negara tsb.

Nah tak bosan-bosannya KBB kembali mengeluarkan tantangan bermain dengan putih telur. Diharapkan KBBers dapat membuat Pavlova yang berkulit renyah dengan bagian dalam soft & light. Bahkan diusahakan as snow as white..hmmm. Mare lakukan !!!






Resep yang dilaporkan cukup pilih 1 diantara 2 resep di bawah berikut. Dimana, resep I Pavlova bulat, resep II Roll Pavlova.

Nah, saya pilih resep I dan dibuat Individual Pavlova. Karena kebayang bulan puasa begini, pasti dessert yang satu ini gak cepat habis. Pavlova yang belum diberi toping bisa tahan berminggu-minggu jika disimpan di kemasan kedap udara. Resep I ini bisa menghasilkan 8 Individual Pavlova diamater 8 cm. 
Dan seperti biasa, rule # 1 untuk mengocok putih telur adalah: gunakan wadah kering dan bebas lemak. Untuk mendapatkan meringue yang garing kulitnya dan tetap putih, maka suhu oven harus tetap dijaga rendah dan pendinginan meringue dalam oven dilakukan perlahan hingga benar-benar dingin. Jangan terburu-buru ingin membuka pintu oven ya...

Berikut tantangan dari surat cinta..

KBB #35: Basic White

Note:
·         Buah-buahan dapat diganti sesuai selera atau sesuai musim
·         Cuka anggur putih dapat diganti dengan cuka biasa (cider, putih, dll)
·         Topping buah-buahan bisa dikreasikan atau diganti dengan topping kesukaan masing-masing

Resep 1
Classic Berry Pavlova
Sumber: ABC Delicious: Sweets

4 butir putih telur dalam suhu ruangan
250 gram gula caster (Widya: 230 gr)
2 sendok teh tepung maizena (Widya: Heinz vinegar)
1 sendok teh cuka anggur putih
½ sendok teh ekstrak vanilla
2 x 125 gram raspberry
125 gram blueberry
250 gram strawberry, buang kelopaknya, iris
300 mililiter krim kental
5 sendok makan gula icing

Panaskan oven suhu 150C. Alasi loyang dengan baking paper dan gambar lingkar 22cm. (Widya: individual pavlova diameter 8 cm)

Kocok putih telur dengan sejumput garam menggunakan mixer elektrik hingga pucuk tumpul. (Widya: berikut link bagus untuk mengocok putih telur dari seriouseats.com ). Masukkan gula sedikit demi sedikit sambil terus dikocok, hingga adonan mengkilat dan stiff. Masukkan tepung maizena, cuka dan vanilla, aduk rata.



Gunakan sendok besar (atau spatula), tumpuk adonan meringue ke atas gambar lingkar di atas baking paper, lalu buatlah semacam lekukan di tengah adonan meringue menggunakan punggung sendok.



Masukkan dalam oven dan segera turunkan suhu oven ke 100C. Panggang selama 2 ½ jam hingga kulit pavlova mengering. Biarkan di dalam oven hingga pav dingin.

Masukkan satu bagian dari raspberry ke dalam blender dengan 3 sendok makan gula icing, proses sampai lembut. Saring dan buang bijinya.

Kocok krim dengan sisa gula icing hingga pucuk tumpul. Isi bagian tengah pavlova dengan krim kocok dan tabur dengan buah-buahan berry. Sendokkan saus raspberry ke atas susunan buah-buahan, hidangkan segera.


Resep 2
Passionfruit Meringue Roulade
Sumber: ABC Delicious: Sweets

3 butir putih telur
150 gram gula caster, dan ekstra untuk taburan
½ sendok the cuka anggur putih
1 sendok the tepung maizena
300 mililiter krim kental
3 buah markisa matang ukuran besar (takaran isinya untuk 3 buah markisa adalah 100 mililiter)

Panaskan oven dengan suhu 190C. Siapkan loyang bolu gulung ukuran 34cm x 24cm, olesi mentega/margarin dan lapisi dengan baking paper.

Kocok putih telur dengan mixer hingga pucuk tumpul, masukkan gula sedikit demi sedikit sambil terus dikocok, hingga stiff dan mengkilat. Masukkan tepung dan cuka, aduk perlahan lalu tuang ke atas loyang dan ratakan. Panggang selama 10-12 menit hingga matang kecoklatan terang.

Sementara itu, siapkan baking paper ukuran besar di atas meja kerja yang rata, taburi gula caster hingga rata. Hati-hati, letakkan meringue yang sudah matang ke atas baking paper bertabur gula tadi, perlahan lepas baking paper dari meringue tanpa mengangkat kertas itu. Pegang kedua ujung bagian sisi panjang, gulung perlahan hingga membentuk silinder. Letakkan dengan hati-hati ke atas rak supaya dingin menyeluruh.

Kocok krim hingga pucuk tegak. Belah buah markisa, sendokkan isinya dan kocok sebentar di food processor untuk memisahkan gumpalan-gumpalan antar bijinya atau gunakan garpu. Campurkan ke dalam krim dan aduk-aduk perlahan hingga tercampur rata.


Perlahan buka gulungan meringue ke atas meja rata dan angkat baking paper yang berada di atas (di bagian yang akan diolesi filling). Olesi dengan krim markisa, jangan sampai memenuhi pinggirannya. Dengan menggunakan baking paper bergula tadi, gulung meringue seperti menggulung bolu gulung dan letakkan ke atas piring panjang yang rata, ujung-ujung yang bertemu berada di bawah. Iris lalu hidangkan.

Wednesday, May 15, 2013

KBB # 34 Made In Indonesia: Bika Ambon


Bika Ambon...... wow...awalnya agak jiper, pesimis, campur optimis, serta penasaran saat baca surat cinta kali ini.
Huuuu, semakin ditakuti, semakin datang tantangannya. Itulah KBB..seru dan top abis deh pokoknya..

Ingin tahu cara membuat Bika Ambon bersarang ???? Yukk kita simak ceritanya..






Sebenarnya, sebelum tantangan ini keluar, saya sudah beberapa kali mencoba bikin Bika Ambon. Waktu itu resep yang digunakan resep Bu Fatmah Bahalwan. 
Walau sudah Ok rasanya, tapi saya belum puas dengan tekstur sarangnya. Nah dengan adanya tantangan ini, semakin terpacu memecahkan misteri sarang Bika Ambon.

Resep yang digunakan pada trial ke-1 & 2 tantangan ini adalah resep dari surat cinta. 
Berikut resepnya:

BIKA AMBON
by Rachmah Setyawati

Bahan Biang :
50 gr Tepung Terigu
20 gr Ragi
25 gr Gula Pasir
3 gr Garam Halus
100 ml Air Kelapa

Bahan lainnya :
250 gr Tepung Tapioka/Kanji
12 butir kuning telur
4 butir putih telur
275 gr Gula Pasir

Bahan Cair :
500 ml Santan mentah kental (dari 2 butir kelapa utuh)
2 gr Garam halus
3 btg Serai
8 lbr daun jeruk (buang tulang daunnya)
2 lbr daun pandan

Cara membuat :
1. Aduk bahan biang. Taruh dlm baskom ragi instant, tepung terigu, lalu gula pasir dan garam halus. Tuangi air kelapa, uleni /aduk dengan tangan hingga merata, lalu tutup baskom dengan lap/plastik wrap, diamkan hingga 30-45 menit. Biarkan hingga adonan biang mengembang.

2. Sambil menunggu adonan biang mengembang, masak santan kental beserta garam halus, serai, daun jeruk dan daun pandan , hingga panas saja (tidk sampai mendidih) (Widya: cuma pakai daun pandan aja, takut anak-anak gak doyan dengan bau sereh & dau jeruk). Sisihkan , biarkan dingin suhu ruang.

3. Kocok semua telur dan gula pasir hingga mengental. Kemudian ambil adonan biang, campurkan dengan tepung tapioka/kanji, aduk menggunakan tangan merata. Lalu tambahkan adonan telur kental tadi ke dalamnya sedikit demi sedikit sambil terus diaduk tangan. Gerakkan telapak tangan naik turun saat mengaduknya (dikeplok-keplok), hingga tercampur merata semua adonan. Kemudian masukkan santan kental yang sudah disaring terlebih dahulu. Aduk rata kembali menggunakan tangan,dgn cara yg sama dikeplok-keplok hingga adonan tercampur rata dengan tekstur yg halus (sekitar hampir 20menit), kemudian diamkan adonan ini hingga 3 jam (tutup atas dgn lap/plastic wrap) (Widya: disaring sebelum didiamkan).

4. Setelah 3 jam, olesi tipis2 seluruh permukaan loyang dgn minyak goreng. Alasi permukaan dasar loyang dgn kertas roti dan poles lagi minyak goreng (Widya: tidak pakai kertas roti/parchment karna seringkali malah floating/mengambang). 

5. Panaskan oven dengan panas sedang (sekitar 160 derajat celcius) - api bawah saja (Widya: 180oC). Letakkan sejenak loyang tadi sekitar 15 menit di dalam oven, kemudian keluarkan dan tuang adonan ke dalam loyang (Widya: endapan di bawah wadah dikerik perlahan, diaduk perlahan sebentar saja sebelum dituang ke loyang).

6. Masukkan loyang berisi adonan ke dalam oven, panggang di rak paling bawah, buka sedikit pintu oven , hanya hingga adonan bika ambon dlm loyang sudah terlihat berlubang2 permukaan atasnya (pertanda sudah mulai terbentuk serat pd adonan bika ambon, baru kemudian tutup pintu oven , lanjutkan pemanggangan hingga matang sempurna, sekitar 40-50menit. 
Lakukan tes tusuk untuk lebih menyakinkan apakah kue sdh matang sempurna. Setelah matang, matikan api bawah oven,
Lalu nyalakan api atas, panggang sejenak/hingga permukaan bika ambon terlihat lebih kecoklatan. 

7. Matikan api oven, keluarkan bika ambon, diamkan di suhu ruang hingga dingin, baru kemudian gunakan pisau kecil tajam, untuk membantu mengeluarkan bika ambon dari loyangnya.
Keterangan : untuk loyang kotak ukuran 20 x 20 x 7/10cm







Trial ke-1 dengan resep Mba Rachmah, saya ikuti semua resep dan bahan. Yaitu pakai air kelapa fresh, santan fresh, sagu tani dari Indonesia (dibela-belain import he..he..) dan pakai keplok-keplok.
Trial ke-2 dengan resep Mba Rachmah juga. Tapi kali ini pakai air biasa, santan kaleng, tepung tapioka Thailand, tidak pakai keplok-keplok. Santan, dan tepung tapioka saya masukkan bergantian selang seling ke adonan telur kocok (sudah dikocok kental).

Dari kedua trial ini, menurut saya tidak ada perbedaan signifikant antara Bika Ambon yang menggunakan air kelapa, santan asli vs air biasa, santan kaleng. Begitu juga dengan keplok-keplok. Bika Ambon tetap bersarang. Tapi dari segi rasa tentu akan ada sedikit perbedaan karna bahan yang berbeda. (Foto Step by step: kiri bika dengan air kelapa, santan fresh vs kanan bika dengan air biasa, santan kaleng)

Menurut saya, timbulnya sarang pada Bika Ambon mirip dengan lubang rongga pada Martabak Manis. Oleh sebab diperlukan pengembang yang cukup (dalam hal ini ragi) dan panas yang pas, sehingga bisa menimbulkan rongga sejak awan pemanggangan hingga rongga terbentuk sempurna. Untuk itu, seperti halnya Martabak Manis, wadah loyang bika ambon perlu dipanaskan terlebih dahulu. 
Supaya panas merata, saya alas pantat loyang dengan tray/loyang besar. Sehingga cukup panas untuk bisa menimbulkan rongga. Jika pada menit ke-5 sudah mulai terjadi perubahan pada permukaan bika, maka berarti telah mulai terbentuk rongga di dasar bika. It's mean..good to go.
Setelah semua lubang terbentuk, baru tutup oven dan loyang dipindahkan ke tray jaring-jaring. Oven hingga matang. Keluarkan dari loyang. Dinginkan di cooling rack.

Bika ini bagusnya dipotong setelah dingin, sehingga sarang sudah set.

Memang dasar bika akan menjadi hitam akibat pemanasan kontak langsung. Mungkin karna itu disebut Bika Ambon..Hitam legam bawahnya..he..he.. (*ngarang dwehh).



Karna masih penasaran dengan resep bu Fatmah yang saya suka rasanya, maka saya coba lagi. Pingin dapat sarang yang bagus.
Kembali saya kerjakan dengan berpatokan pada prinsip pembuatan Martabak Manis, alhasil  berhasil mendapatkan Bika Ambon sesuai harapan saya, rasa enak terstur bersarang. Nah Bika Ambon yang satu ini saya bawa ke rumah teman, nengok baby dede Raessa. Foto di atas adalah bika ambon dengan resep Bu Fatmah Bahalwan. Silahkan dicoba....

Ini resepnya:
Bika Ambon Oval
Sumber: Fatmah Bahalwan
Bahan A:
100 gr Tepung terigu protein sedang
200 ml Air kelapa segar (Widya: air biasa)
11 gr Ragi instant
Bahan B:
16 btr Kuning telur
400 gr gula pasir
300 gr Tepung sagu tani (Widya: tapioka Thailand)
600 ml Santan kental matang (santan kaleng)
1 sdt Garam
1 sdt Vanilli
Cara membuatnya:
1.     Aduk bahan A sampai rata, diamkan selama 15 menit (Widya: 30 menit).
2.     Aduk rata : telur, gula, garam dan vanilli (Widya: kocok hingga kental), lalu masukkan bahan A, dan tepung sagu, aduk rata sambil tuangi santan sedikit demi sedikit sampai santan habis. Saring.
3.     Istirahatkan selama 2 jam (Widya: 3.5 jam, ditutup).
4.     Tuang adonan kedalam cetakan oval yang telah dipoles minyak tipis-tipis (Widya: loyang 22 x 22 x 7 cm). Panggang dalam oven panas (Widya: suhu 180oC) yang pintunya setengah dibuka, sampai matang.



Akhirnya...dapat logo Lulus dari Monica & Angel setelah berhasil memecahkan misteri persarangan salah satu ikon kue Nasional ini. Wah senangnya..

Kalo dibandingkan dengan Bika Ambon Medan, sarang Bika Ambon Homemade ini memang beda. Tidak  menjulur setinggi Bika Ambon Medan. Anyway...this one is Homemade. Lebih terjamin tentunya !!!









Friday, December 7, 2012

NCC Breadweek: Roti Kasur

Mau tau cerita bikin roti di saat Kuwait winter (suhu 8-22oC) ??? Ditinggal tidur & ditinggal berenang, cipika-cipiki dengan ibu-ibu..ha..ha..



Udah lama banget gak ikutan challenge dari NCC. Pinginnya sih untuk NCC Breadweek kali ini bikin yang aneh-aneh, misalnya roti yang pake starter (biang), roti kukus, roti laminating (mis Croissant). Tapi ternyata saya sebulan ini sibuk banget...ibu RT padat acara..ha..ha.. Tapi at least, adalah setoran. Maka jadilah Roti Kasur ini. 



Resep asli: Roti Tilam (Primarasa). Thanks for my Retno dah pinjemin folder Primarasa nya ya....
Widya: saya modifikasi jadi Roti Kasur isi Coklat & Keju

Bahan:
375 gr     tepung terigu Cakra (Widya: pakai Bread flour)
125 gr     tepung terigu Segitiga (Widya: pakai All Purpose flour)
125 gr     gula pasir (Widya: pakai 150 gr)
50 gr       susu bubuk
1/2 sdt    garam
2 sdt       ragi instan
100 gr    margarine (Widya: pakai unsalted butter, dilelehkan)
3            kuning telur
200 mL  air
1 sdm     margarine leleh, untuk olesan

Tambahan (Widya):
Untuk isi:
choco chips
keju cheedar, potong dadu besar

Untuk taburan (sedikit saja):
coklat meises
keju cheedar, parut


Cara membuat (dari Resep asli):
1. Campur tepung terigu, gula pasir, susu bubuk, garam, dan ragi instan hingga rata. Masukkan margarine, aduk dengan ujung jari hingga adonan rata berbutir halus. Maukkan kuning telur sambil diuleni hingga rata.
2. Tuang air sedikit semi sedikit sambil terus diuleni selama 15 menit hingga adona kalis dan tidak melekat di tangan.
3. Bulatkan seluruh adonan, tutup dengan selembar plastik agar adonan tidak kering. Taruh ditempat hangat 60 menit hingga adonan mengembang dua kali lipat.
4. Siapkan loyang persegi ukuran 26 x 26 x 3 cm, olesi margarine. Kempiskan adonan dengan meninjunya, lalu bagi adonan menjadi 25 potong @ 40 gr, bulatkan.
5. Taruh bulatan adonan dalam loyang saling berdekatan. Tutup loyang dengan selembar plastik, diamkan selama 30 menit.
6. Panaskan oven pada suhu 180oC. Panggang roti selama 45 menit hingga permukaannya kecoklatan. Keluarkan loyang, olesi permukaan roti dengan margarine. Panggang kembali hingga roti masak (15 menit), angkat.


Karena saya kebiasan didogma suami, katanya "Kalo kerja..pakaiah Tool", maka saya pakai mixer..he..heavy duty mixer, wong punya..yang dipakai donk.. Dan saat ini di Kuwait sedang winter, maka step by step saya agak sedikit berbeda. Walaupun sebenarnya serupa...yaitu mengikut 12 step penting dalam  penbuatan roti, yaitu:
1. Mise en place
    menyiapkan semua bahan, termasuk menimbangnya supaya kerja bisa "organized"
2. Mixing
    - meratakan semua bahan
    - mengaktifkan ragi, saat ditambahkan air
    - membentukan awal gluten
3. Primary fermentation (1st fermentation)
   - memberi waktu ragi untuk mengolah gula karbohidrat yang akan menghasilkan ethyl alkohol (flavor) dan
     CO2 (pengembangan adonan)
   - kriterianya, hingga adonan mengembang 2x (double in size)
4. Dividing
   - adonan dibagi menjadi ukuran kecil atau ukuran individu
5. Pre-shaping (aka Rounding)
   - adonan individu dibuat bulat / primary shaping sesuai bentuk final yang diinginkan
6. Resting
   - selama beberapa menit, 20 menit, atau lebih supaya gluten relax
7. Final shaping
8. Panning
    - meletakkan di loyang
9. Final fermentation (Proofing)
    - hingga mencapai bentuk/ukuran yang diinginkan
    - untuk memberi waktu pengembangan flavor (khususnya untuk adonan lean dough)
   - biasanya ditandai dengan: apabila ditekan dengan jari tangan, adonan tidak 'spring back', akan 
      meninggalkan jejak tangan yang ditekan.
10. Baking
      yang terjadi saat baking: protein akan terkougulasi, starch akan tergelatinisasi, sugar akan     
      terkaramelisasi.

      Untuk itu, suhu baking akan berbeda untuk lean dough & enriched dough. Lean dough (dough yang hanya mengandung tepung, ragi, air, dan garam) dibaking pada suhu tinggi dalam waktu lebih cepat. Sedangkan enriched dough (dough juga mengandung gula dan biasanya fat yang tinggi, dan telur), dipanggang pada suhu lebih rendah dalam waktu yang lebih lama, agar gula tidak cepat terkaramel yang dibiasi dengan permukaan roti gosong tapi bagian dalam roti belum matang.
11. Cooling
      Roti yang telah dipanggang perlu didinginkan, untuk:
      - menguapkan moisture
     - protein akan firm up
    - membentuk struktur (crumb)
    - biasanya didinginkan di cooling rack, misalnya selama 45 menit s/d 1 jam untuk loaf bread
12. Packing/Eating


Jadi step Roti Kasur isi coklat & keju ala Widya:
1. Campur terigu, gula, garam, susu bubuk. Aduk dengan balon whisk. 
    Masukkan ragi. Aduk dengan balon whisk (ini supaya ragi tidak langsung bersentuhan dengan garam)
2. Pindahkan ke bowl mixer dengan paddle atachment.
    Jalankan mixer speed 1 selama 1 menit, selama itu tambahkan kuning telur, butter leleh, air perlahan.
3. Ganti dengan hook attachment.
    Jalankan mixer speed 2 selama 4 menit.
    Adonan akan mulai membersihkan dinding bowl.
4. Pindahkan adonan ke meja kerja yang diolesi minyak. Ulenin sebentar, bulatkan, pindahkan ke bowl bersih yang sudah diolesi minyak bagian dalamnya. Tutup plastik. Biarkan adonan hingga double in size.
(nah ceritanya karena sedang winter, adonan saya tidak menunjukkan pergerakan mengembang, padahal udah ngantuk...akhirnya saya pindahkan ke bowl breadmaker, lalu ditinggal tidur deh.....ceritanya breadmaker gak dipake, cuma buat numpang simpan adonan ajahhhh..ha..ha..). Berhasil, setelah pagi, adonan saya mengembang. Istilahnya slow & low fermentation. Asal fermentasi suhu rendah, maka adonan tidak asam. 
5. Adonan dikempiskan dengan tinju.
6. Membagi adonan @40 gram, dibulatkan (rounding). Selama ini, adanonan tetap ditutup serbet supaya tidak kering.
7. Adonan dikempiskan, diisi choco chips/keju dadu. Dibulatkan kembali.
8. Disusun selang seling di loyang 24 x 24 x 3 cm yang sudah dialas parchment paper (untuk mencegah oksidasi adonan dengan loyang yang akan menyebabkan roti berasa metal). Roti isi choco chips ditabur dengan meises, sedangkan roti isi keju tidak ditabur keju. Ditabur keju saat roti akan matang saja, supaya tidak gosong.
9. Proofing
   (Saya letakkan dalam ruang oven, ditinggal berenang....ha..ha...Setelah ditinggal selama 4 jam, adonan ditunjuk dengan jari tidak 'spring back'). Tandanya, siap dipanggang....
10. Panggang suhu 160oC supaya tidak cepat gosong selama kurang lebih 45 menit. 
11. Roti matang, dibiarkan dingin. Dipindahkan ke cooling rack untuk pendinginan lebih lanjut.
12. Siap dimakan
      





Untung roti sempat di foto untuk laporan, karena begitu Shifa & Naila pulang sekolah, mereka langsung rebutan....mereka suka sekali.... Kata Shifa: "Mama harus jual roti ini, karena empuk sekali...biar Mama bisa punya banyak uang..ha...ha.."

Begitulah sekilas tapi panjang kisah pembuatan roti kasur di rumah kami...
But, for reminding: 
- untuk pembuatan roti, resep hanya berfungsi sebagai "Guidance", kita harus 'adjust' beberapa hal, misalnya jumlah penambahan air tergantung dari jenis & kelembabab tepung, dan kelembaban lingkungan.
Lamanya fermentasi dipengaruhi suhu lingkungan. Waktu akan sama, jika suhu ruangan sudah terkontrol. Jika tidak ada kontrol suhu ruangan, maka lama fermentasi akan berbeda-beda. Salah satu, hal yang bisa dilakukan saat winter ini, adalah menggunakan air dengan temperatur hangat kuku.
Yang paling penting, adalah gunakan patokan ciri fisik: double in size & proofing selesai bila adonan tidak spring back.
- Jangan berharap roti tanpa bread improver bisa tetap lembut untuk jangka lama loh...Roti fresh homemade ini, baiknya 'same day eat'. Tapi jika roti diisi buah kering/kismis/pisang, akan bertahan lembut lebih lama karena moisturenya lebih tertahan. 

Nah kurang lebihnya...selamat mencoba ya...